The Crazy Bamboo

ghost.JPG

Bulan yang lalu kira kira bulan Desember 2008, saya baru saja menonton acara berita di RCTI, kalau gak salah di acara Seputar Indonesia, nah pada saat gambar spesial khasnya saya melihat ada sebuah permainan yang di laporkan wartawan tersebut. Permainan tersebut bernama bambu gila. Di sini lah awal saya tertarik pada hal tersebut dan ingin mengulasnya.

Pada awalnya saya tidak mengerti bambu gila itu apa, dan saya berpikir dalam hati saya, “ masa bambu bias gila sih?” terlintas di pikiran saya. Akhirnya saya baru tahu bahwa permainan khas Maluku yang langka itu adalah suatu permainan menggunakan roh-roh halus untuk menggerakan sebuah bambu.

Permainan ini harus menggunakan 7 pemain untuk memainkannya, dan 1 orang untuk dalang, ataupun si penggerak bambu. Permainan ini di mulai dengan doa dulu untuk perlindungan, lalu memulai ritual dengan mantra-mantra pemanggil jin maupun makhluk halus. Lalu tidak ketinggalan juga menggunakan sesajen untuk menggerakan bambu tersebut. Jumlah pemain bambu gila ini mutlak harus 7 orang.

2.jpg

Berikut lebih jelasnya data yang saya ambil suntingan dari artikel dari Koran kompas Rabu 15 Januari 2003.

BAMBU gila adalah salah satu aset wisata budaya Maluku. Sebagaimana permainan gaib lain, seperti permainan jailangkung, tidak ada kepastian dan kesepakatan kapan atraksi bambu gila lahir dan ditemukan oleh siapa, bahkan pawang bambu gila sesenior Opir (yang sudah 53 tahun menjadi pawang bambu gila) tidak dapat menjelaskan latar belakang dan asal-usul atraksi tersebut. Opir berulang-ulang menyebut, “Dari sananya sudah begitu,” katanya, ketika ditanya seputar latar belakang bambu gila.

Sedikit literatur tentang bambu gila yang ada disebutkan, atraksi gaib itu sudah ada sebelum agama Kristen dan Islam tersebar di Maluku. Disebutkan juga, Desa Liang (40 kilometer timur laut Kota Ambon) termasuk salah satu dari sedikit saja kampung bambu gila yang masih ada. Kampung bambu gila yang masih ada lainnya antara lain adalah Desa Mamala di Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah. Di Desa Liang, Opir adalah satu-satunya pawang yang masih ada.

Opir yang lebih piawai memandu atraksi bambu gila daripada menjelaskan asal-muasal permainan gaib itu mengemukakan, dia menjadi pawang sejak berusia 20 tahun. Menurut pengakuannya, dia memperoleh ilmu memawangi bambu gila langsung dari ilham, bukan diajarkan siapa-siapa. Di rumah, katanya, dia menyimpan jimat berupa uang benggol. “Sampai saat ini saya belum menurunkan ilmu kepada siapa-siapa. Nanti, kalau saya mau meninggal, baru saya turunkan kepada anak saya,” kata Opir yang tampang dan penampilannya sama sekali tidak seram layaknya aktivis ilmu gaib.

Atraksi bambu gila mutlak memerlukan tujuh pemain. Opir menjelaskan, dia bisa memawangkan bambu gila dengan dua cara, yakni dengan menggunakan kemenyan dan dengan menggunakan tujuh irisan jahe. Kemenyan digunakan dengan cara membakarnya di tempurung kelapa dan “melumuri” sekujur bambu dengan asap kemenyan tersebut. Sementara irisan jahe digunakan dengan cara dikunyah oleh sang pawang, kemudian disemburkan ke tiap ruas bambu yang dikepit erat-erat seorang pemain. Karena ruas bambu berjumlah tujuh dan pemain atraksi tersebut juga berjumlah tujuh, jahe juga harus diiris tujuh, dikunyah dan disemburkan satu per satu.

Menurut Opir, kemenyan ataupun jahe sama-sama berfungsi untuk memanggil jin. “Bedanya, kemenyan digunakan untuk acara besar dan bambunya akan lebih gila, sedangkan jahe untuk acara yang agak kecil. Semburan jahe itu membikin bambu kepedasan dan menjadi gila. Kalau dengan kemenyan, pemain bambu gila bisa setengah jam terpental-pental. Kalau dengan jahe, sebentar saja. Lima belas menit saja pemain sudah sangat kecapekan,” paparnya.

Atraksi bambu gila dapat dimainkan kapan saja dan di mana saja. Sehari sebelum dimainkan, demikian Opir, pawang harus memanggil dan mengundang jin-jin untuk masuk ke bambu jenis suanggi (suanggi berarti kuntilanak) itu. Mengenai bambu suanggi andalannya yang dipakainya siang itu, Opir mengaku sudah sekitar 10 tahun bambu tersebut dia gunakan sebagai bambu gila. Saat Kompas meraba bambu tersebut, bambu warna coklat itu masih keras dan tidak sedikit pun menunjukkan tanda-tanda lapuk.

“Bambu ini diambil dengan doa-doa, seng (tidak) bisa sembarang tebang begitu saja. Kalau mau dipakai, bambu ini diasapi dupa dan diolesi minyak kelapa. Kalau tidak dipakai, saya taruh di loteng rumah,” kata Opir, yang lebih populer dengan panggilan Pak Gani.

Opir kemudian dengan panjang lebar menjelaskan, pertama-tama rombongan jin yang dipanggilnya berjumlah tujuh jin untuk masuk ke tujuh ruas bambu suanggi. Setelah itu, dia memanggil sembilan jin lain yang bertugas menaikturunkan bambu secara liar tak terkendali. Terakhir, rombongan jin yang dipanggil berjumlah 99 jin yang bertugas melempar bambu ke segala arah, menahan dan menolak dorongan ketujuh pemain.

Meskipun berurusan dengan jin, Opir menolak keras jika dikatakan atraksi bambu gila itu adalah permainan sihir. “Pawang-pawang lain mungkin pakai sihir, tetapi bambu gila saya bukan sihir. Tiap pawang beda-beda. Ada pawang yang pakai roh orang tua-tua. Akan tetapi, roh orang tua-tua kalah kuat dengan jin, karena jin itu (martabatnya) lebih tinggi daripada roh orang tua-tua. Pawang yang pakai roh orang tua-tua itulah yang menggunakan sihir. Bambu gila mereka bukan bambu gila sungguhan, tetapi bambu gila main-mainan,” kata Opir sedikit berang tanpa sebab yang jelas.

Opir menjelaskan, ada tiga tingkat “kegilaan” dalam permainan bambu gila, yaitu halus, kasar, dan kasar sekali. Semua itu ada di tangan sang pawang. Selain memerintahkan para jin melontarkan bambu ke kiri, ke kanan, ke depan, ke belakang, atau semakin menggila, pawang juga bertugas menjaga jangan sampai ada penonton yang iseng. “Pawang menjaga agar jangan ada penonton, yang juga punya ilmu, mencoba bikin iseng bambu. Kalau dibikin iseng, bambu bisa diam tidak mau bergerak. Kalau ada yang iseng sama saya, saya seng tanggung jawab kalau bambu saya bergerak sendiri mengejar orang yang iseng itu dan memukulnya sampai mati. Dulu, itu pernah terjadi,” kata lelaki tua itu.

Mengenai pemain yang berjumlah tujuh orang itu, tidak ada ritual dan ilmu khusus yang harus mereka lakoni sebelum memainkan bambu gila. “Mereka itu anak-anak muda biasa, anak muda kampung sini. Satu saja syarat yang harus mereka penuhi, yaitu tidak boleh memakai barang dan perhiasan logam selama main bambu gila. Mereka tidak boleh pakai gelang, cincin, kalung, dan sebagainya. Mereka juga tidak boleh bertambal gigi logam. Mereka harus sehat, harus punya tangan dan kaki yang kuat, sebab permainan bambu gila ini sangat berat,” jelas Opir.

Permainan ini di pernah di demonstrasikan di pantai Liang, di pasir putih pantai yang berada di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, itu, Abdul Gani Opir, lelaki 73 tahun berkulit legam dengan sejumlah gigi tanggal, berkomat-kamit di pangkal sebatang bambu yang sudah dipeluk erat-erat oleh tujuh pemuda, Senin (9/12) lalu. Seorang pemuda lainnya dengan gencar dan tanpa henti memukul tifa, tambur tradisional Maluku. Opir membaca mantra dalam bahasa Tanah, bahasa tradisional kuno di Maluku. Berhenti berkomat-kamit sebentar, mulut Opir pun menyemburkan kunyahan irisan jahe di ruas pertama bambu suanggi itu.

PANJANG bambu berwarna coklat itu mencapai 2,5 meter dengan diameter sekitar delapan sentimeter. Bambu tersebut terdiri atas tujuh ruas, dengan tiap ruas dipeluk erat-erat oleh seorang pemuda. Opir mengulangi kegiatannya, membaca mantra dan menyemburkan kunyahan irisan jahe di enam ruas bambu lainnya. Setelah itu, Opir berdiri tegak di depan tujuh pemuda yang mengepit ruas bambu di dada masing-masing. Mulut lelaki renta itu kembali berkomat-komit.

Tiba-tiba pawang bambu gila itu berteriak lantang, “Gila, gila, gila!” Seketika ketujuh pemuda secara bersamaan terlontar ke sana kemari, terombang-ambing menahan gerak liar bambu dengan tangan tetap mengepit erat-erat bambu di dada masing-masing. Ketujuh pemuda itu berusaha keras agar pegangan mereka pada ruas bambu masing-masing tidak terlepas. Ketujuh pasang kaki mereka menjejak pasir dalam-dalam, memasang kuda-kuda, menjaga keseimbangan sambil berupaya agar tubuh mereka tidak terpental lepas dari bambu. Atraksi bambu gila pun dimulai, warga Desa Liang bersorak sorai.

3.jpg images1.jpg

Atraksi bambu gila tersebut mengingatkan kita pada Rodeo, perbedaan mendasar antara permainan rodeo dengan bambu gila adalah sumber keliaran obyek yang diusahakan ditaklukkan. Pada permainan rodeo, sumber keliaran kuda adalah naluri si kuda. Ke mana pun gerak liar kuda, hal itu adalah output dari naluri hewaninya. Naluri liar hewani ini akhirnya bisa ditundukkan dengan kelemahlembutan yang dikombinasikan dengan kewibawaan si koboi penunggang. Sementara pada atraksi bambu gila, sumber keliaran gerakan bambu adalah gerombolan makhluk halus yang konon dikendalikan oleh sang pawang.

Source :

www.kompas.com (koran kompas terbitan Rabu 15 Januari 2003)

www.google.com

Komentar bertahan »

PENGUMUMAN

KARENA ADA SESUATU DAN LAIN HAL MAKA BLOG UPDATE DATA BLOG INI SEMENTARA AKAN

DI  http://joshua619.blog.telkomspeedy.com/

DAN MUNGKIN DALAM WAKTU INI SEMENTARA BLOG YG DIPAKAI ADALAH BLOG TERSEBUT,

DAN BLOG DI WORDPRES INI AKAN SAYA UPDATE SETIAP 1 BULAN SEKALI.

JIKA ANDA INGIN MELIHAT BLOG UTAMANYA ANDA BISA KUNJUNGI

http://joshua619.blog.telkomspeedy.com/

TERMAKASIH KARENA SUDAH BERKUNJUNG

GOD BLESS YOU

Komentar (1) »

TELKOM – INTERNET – IT – PENDIDIKAN – MASA DEPAN

Senin 17 November 2008

Tepat pada pukul 23.00, malam ini saya gak bisa tidur-tidur. Akhirnya sayapun bangun dari kamar, dan akhirnya saya mulai menyalakan komputer saya, dan mulai menyalakan modem yang letaknya bersebelahan dengan komputer saya. Karena bosan mau ngapain lagi sayapun mulai mencari inspirasi dengan browsing, dan mulai membuka blog.

Ternyata dengan browsing itu membuat semua lelah kita menjadi hilang, karena di dunia maya ini banyak sekali hal baru yang belum kita ketahui dan mesti di pelajari. Di sekolah saya sekarang, SMA 2 pahandut P. Raya. Disana juga sudah tersedia ruang multimedia untuk browsing. Dan menggunakan speedy pula, jadi akses internetnya gak lelet. Tapi terkadang lelet benar gara gara lagi banyak banyaknya browsing ada yang buka friendster dan download yang gak tanggung tanggung.  :) kalo udah gitu saya cuma bisa berkata “woiii matiin FS nya oiiiiii plisszz “

Nih Expressi gw kalo lagi sebel banget!!!!........

Nih Expressi gw kalo lagi sebel banget!

Dengan adanya fasilitas yang sudah di sediakan ini kita bisa mengetahui dunia luar walaupun belum sempat kita jamah sekalipun. Dan kita pun bisa berbagi, dan mencari ilmu di dunia maya ini. Banyak sekali cara untuk berbagi ilmu, misalnya saja melalui media blog, facebook, dsb. Dan kalo mau cari sesuatu tinggal buka google aja. Wihhh guampang banget deh.

Banyak sekali orang orang yang menanggapi ICT ini dengan positif, misalnya saja ucapan Arief gunawan yang saya kutip dari artikel manfaat speedy untuk pendidikan.

Menurut Arief Gunawan,SE selaku koordinator pengembang ICT (information and comunication technology) menjelaskan “setelah jaringan Intranet dan Internet terpasang di sekolah maka minat belajar siswa menjadi meningkat.”

Selain itu juga ada juga ucapan yang saya kutip dari kehidupan sehari hari misalnya,

Menurut Frihastanto, selaku ketua perkumpulan ICT di SMA 2 Palangkaraya mengatakan “Memang internet tuh penting buangets, kalo gak ada internet gw gak bisa berbagi Ilmu dengan orang-orang yang belum pernah sama sekali saya temui, dan dengan media ini saya bisa chatting, email, dan browsing untuk cari tugas. Dan saya bisa juga loh kenalan sama cewe di luar kota, hehehe (sambil tertawa)” :D .

Bagi saya sendiri media telekomunikasi itu lebih dari sekedar penting, terlebih lebih Internet. Saya pernah membayangkan bagaimana jika saya tinggal di hutan luas yang tak terdapat jaringan telekomunikasi. Wahhh Apa Kata Dunia??? bisa jadi gaptek deh kayanya. Saya berterimakasih kepada Telkom yang sudah membantu jaringan komunikasi di seluruh Indonesia .Dan sayapun membayangkan agar suatu hari seluruh manusia di Bumi ini bisa merasakan nikmatnya mendapatkan fasilitas ini. Terlebih lebih warga Indonesia, yang mana masih banyak warga yang gaptek, dan saya harap mereka bisa cepat merasakan enaknya bertukar informasi melalui Internet ini.

Apalagi yang lebih penting agar siswa siswi supaya lebih mendapatkan pengajaran tentang pentingnya Ilmu Teknologi, agar di masa depan mereka menjadi penerus bangsa yang cerah secerah matahari. Dan akhirnya menjadi panutan bagi orang lain, itulah harapan saya. Semoga di hari nanti ada terciptanya sekolah dengan fasilitas dengan kelengkapan media informasi, comunikasi, dan teknologi.

Nih jadinya kalo kita udah dekat sama teknologi!

Nih jadinya kalo kita udah dekat sama teknologi!

Tak terasa waktu sekarang sudah menunjukan pukul 01.00 . Kayanya sekarang saya mesti pergi tidur supaya besok gak terlambat ke sekolah. Sekian dulu yah. Thx.

SOURCE:

www.google.com

Komentar (17) »

  • JAF Talk… ^o^

    Terimakasih untuk semua yang sudah memberikan dukungan, saran, opini, kritikan pedas dan manis, dan semua yang sudah peduli dengan blog ini. Terlebih lebih saya berterimakasih untuk sekolah saya yang tercinta SMAN 2 Pahandut Palangkaraya yang sudah menerima saya untuk bersekolah di sana dan sehingga saya bertemu dengan seorang guru yang membuat saya mengerti tentang blog. Terima kasih juga untuk teman teman yang sudah mendukung saya untuk selalu semangat. Dan terimakasih juga untuk pak Rudy yang sudah membimbing saya. Dan teman teman dari dunia maya yang sudah mengunjungi blog saya. Semoga di kemudian hari kita dapatkan lebih pengetahuan, dan kita dapat membaginya melalui dunia maya yang tidak terbatas ini. Mari kita manfaatkan sebaik baiknya. Sekian, kalo ada kekurangan mohon di lebihkan, kalo kelebihan mohon dikurangi. Thx To All GBU
  • JAF Foto

    Joshua

    4

    3

    More Photos
  • Komentar Terakhir

    Akbar di Makhluk Paling Misterius di Du…
    Joshua Adriel F di Makhluk Paling Misterius di Du…
    Bejoo di Makhluk Paling Misterius di Du…
    Joshua Adriel F di Makhluk Paling Misterius di Du…
    Desprianto di Unidentified Flying Object…
  • My last Write

  • PARTISIPASI